Seperti namanya, groundfighting
berarti pertarungan di atas tanah. Maksudnya, perkelahian tidak
dilakukan pada posisi berdiri, tetapi sambil berbaring dan
berguling-guling di atas tanah. Groundfighting ini termasuk teknik yang
paling sulit dipelajari karena polanya sulit untuk ditebak. Kalau sudah
berguling-guling di tanah, tentu sulit 'kan memperkirakan serangan lawan
yang akan datang?
Groundfighting diajarkan pada beberapa
beladiri seperti gulat, Jujutsu, Judo, hingga beladiri militer. Untuk
melakukan groundfighting, biasanya lawan akan mengawali serangan dengan
leg-takedown. Apa itu leg-takedown? Jadi, musuh akan mendekap kedua kaki
kita, lalu mendorong tubuh kita hingga tersungkur ke atas tanah. Jika
kita sampai jatuh, kita akan berada dalam bahaya yang sangat besar.
Pertanyaan berikutnya adalah mengapa groundfighting berbahaya?
Tentu berbahaya, karena jarak pertarungan menjadi terlalu dekat dan
dalam keadaan berbaring kita hanya memiliki sedikit opsi untuk bergerak,
bukan begitu? Apalagi, jika lawan yang kita hadapi sangat ahli
melakukan kuncian atau memegang senjata tajam, kemungkinan besar kita
akan kalah.
Groundfighting hanya bisa ditaklukkan dengan
groundfighting, baik teknik groundfighting yang biasa digunakan untuk
olimpiade maupun teknik groundfighting "kotor" ala militer. Dan tentu
saja, menang-kalah ditentukan oleh individunya masing-masing. Karena
jika berbicara soal groundfighting, maka kita akan berbicara soal
kecepatan, kecekatan, dan strategi yang mana tergantung kepada si
groundfighter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar